| 2 PSK KM 17 Positif HIV |
|
|
|
| RABU, 12 JANUARI 2005 15:28 | |||
|
BALIKPAPAN Khabar mengejutkan datang dari lokalisasi pekerja seks komersial (PSK). Mulai sekarang, pria hidung belang yang suka jajan di komplek lokalisasi KM 17 atau di Manggarsari harus lebih berhati-hati. Ini bila berharap tidak terjangkit penyakit mematikan HIV/Aids dan penyakit kelamin lainnya. Sebabnya, hasil surveylance yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) beberapa waktu lalu, diketahui 2 orang PSK di KM 17 dinyatakan positif terserang HIV. Tak hanya itu, penyakit kelamin spilis juga menyerang 4 orang di komplek KM 17, dan 1 orang di Manggarsari. Untuk diketahui, tiap surveylance dilakukan pasti no name. Jadi tidak ketahuan, 2 orang yang terkena HIV di KM 17 itu siapa orangnya, ujar Kabag Humas Ali Munsjir Halim SE MM, di ruang kerjanya belum lama ini. Ditambahkan, hasil surveylance diketahui pula sebanyak 4 orang terkena spilis di KM 17, sedangkan di Manggarsari spilis menyerang 1 orang. Oleh sebab itu, anjur Munsjir, jika memang sudah tidak kuat menahan syahwat dan selalu ingin menyalurkannya ke PSK, sebaiknya gunakan alat pengaman agar tidak tertular HIV/AIDS maupun beragam jenis penyakit kelamin. Dengan adanya informasi ini, mereka yang sering jajan sebaiknya tidak usah jajan lagi. Atau kalau tidak bisa berhenti jajan, sebaiknya hati-hati, gunakan alat pengaman agar penyakit yang menyerang tidak menyebar ke orang lain, imbuh dia. Munsjir menjelaskan, kasus HIV/AIDS yang muncul di permukaan merupakan fenomena gunung es. Artinya, adanya HIV/AIDS hanyalah sebagian kecil atau permukaannya saja. Kasus sebenarnya, kasus HIV/AIDS yang terjadi angkanya bisa mencapai dua kali lipat. Misalkan kasus tadi, di KM 17 diketahui 2 orang terkena HIV, jika menggunakan teori fenomena gunung es, bisa jadi sebenarnya orang yang terkena HIV di KM 17 sebanyak 4 orang atau bahkan bisa lebih. Intinya, lebih baik gak usah jajan deh, dari pada ketularan HIV dan nantinya malah menularkan HIV/AID termasuk juga berbagai jenis penyakit kelamin, ucapnya. Sebelumnya, Ketua LSM Fokker Balikpapan Sugiarto juga mengungkapkan hingga November 2004 lalu jumlah penderita HIV/Aids di kota Balikpapan telah meningkat menjadi 9 penderita. Tahun 2004 lalu, 3 warga Balikpapan teridentifikasi positif terjangkit HIV, sehingga total warga Balikpapan yang positif terjangkit HIV berjumlah 9 orang, ungkap Sugiarto. Sebenarnya, imbuh dia, warga kota yang terjangkit HIV berjumlah 13 orang, dan 4 di antara penderita HIV itu telah meninggal dunia. Kesembilan penderita HIV tersebut dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari karyawan swasta, PSK, pengusaha, hingga buruh. Menurutnya jumlah 9 orang warga Balikpapan yang positif terjangkit bisa dikatakan sangat sedikit, sebab hampir 90 persen warga di kota ini tidak pernah mengetahui jika dirinya telah terjangkit penyakit mematikan itu. Ditanya tentang penanganan medis para penderita HIV tersebut, Sugiarto mengatakan penanganan medis terhadap penderita HIV dilakukan dengan mengunjungi kediaman penderita. Meski terjangkit HIV, sebutnya, kesembilan penderita HIV tetap bekerja seperti biasanya. Mereka yang terjangkit HIV identitasnya dirahasiakan, dan mereka tetap bekerja seperti biasanya. Penanganan medisnya dilakukan dengan mengunjungi rumah mereka, ujarnya.(yud)
|
Info Kota
Pengumuman
Link SKPD
Agenda Kota
Jejak Pendapat
Sistem Informasi
Lain Lain
Pemerintah Kota Balikpapan
Jl. Jenderal Sudirman no.1 rt.13, Balikpapan Telp. 0542-421500, 421600, 734115 Fax: 0542-425412
e-mail : admin@balikpapan.go.id


















